Klaim garansi
Garansi tidak dicatat manual. Ia lahir dari nota, dan klaimnya punya jalur sendiri supaya tidak merusak angka penjualan.
Garansi lahir dari nota
Saat sebuah servis selesai atau sparepart terjual, masa garansinya ikut tercatat pada nota itu juga. Tidak ada buku terpisah yang harus diisi, dan tidak ada pertanyaan "ini dulu garansinya berapa bulan ya?" ketika pelanggan datang lagi.
Karena tercatat di transaksinya, pencarian pelanggan lama cukup lewat nomor HP, IMEI, atau kode servis — dan status garansinya langsung terlihat, masih berlaku atau sudah lewat.
Klaim punya alurnya sendiri
Ini bagian yang paling sering keliru kalau dikerjakan manual: unit garansi yang dikerjakan ulang dicatat sebagai servis baru bernilai nol, atau lebih buruk, sebagai servis berbayar yang uangnya tidak pernah masuk. Dua-duanya merusak laporan.
Di Tuser.id klaim garansi ditandai sebagai klaim sejak awal, sehingga:
- Tidak dihitung sebagai omzet baru
- Biaya sparepart penggantinya tetap tercatat sebagai biaya nyata
- Terhubung ke nota asalnya, jadi riwayat unit itu utuh
- Ada catatan siapa yang menyetujui klaim dan kapan
Garansi dari supplier
Sparepart yang kamu beli sering punya garansinya sendiri dari supplier. Ketika sebuah komponen rusak dalam masa itu, klaim ke supplier bisa ditelusuri dari pembelian aslinya — sehingga kerugiannya tidak diam-diam ditanggung konter.
Kenapa ini penting untuk kepercayaan pelanggan
Pelanggan yang datang membawa keluhan berulang biasanya sudah kesal. Bisa membuka riwayat unitnya dalam hitungan detik — kapan dikerjakan, oleh siapa, sparepart apa yang dipasang, dan garansinya sampai kapan — mengubah percakapan itu dari adu ingatan jadi pemeriksaan bersama.
Termasuk di paket mana
Pencatatan garansi melekat pada nota, dan modul garansi lengkap beserta laporannya sudah termasuk di Tuser Ultimate — lihat halaman harga atau daftar modul.
Coba dulu, tanpa kartu kredit
Uji coba 14 hari membuka fitur Tuser Ultimate (tanpa Tuser AI dan WhatsApp Bot). Akun aktif dalam hitungan menit.
